Apakah Aplikasi Tantan Berbahaya

136 View

Apakah Aplikasi Tantan Berbahaya – Tantan adalah aplikasi dengan sistem swipe and match. Jadi dua pengguna dapat memulai percakapan saat mereka saling menyukai. Aplikasi ini juga bisa mencari teman dalam radius tertentu. (Stefan Firman)

. Jadi dua pengguna dapat memulai percakapan saat mereka saling menyukai. Aplikasi ini juga bisa mencari teman dalam radius tertentu.

Apakah Aplikasi Tantan Berbahaya

Saya menerima pesan dari seorang wanita yang ditipu oleh aplikasi kencan online Tanta. Diduga dia adalah korban penipuan, orang yang berpartisipasi dalam lamaran Tantan, dan yang telah dia kencani selama sebulan.

Aplikasi Chat Untuk Bo

Kasus ini berdasarkan laporan seorang korban yang merasa telah ditipu. Korban mengetahui tentang Kami di aplikasi media sosial asal Tiongkok, Tantan.

“Melalui permintaan Tantan, tersangka mengenal korban, seorang perempuan bernama (YNT). Kemudian mereka bertemu di sebuah toko di kawasan Bintaro Jakarta”

“Jadi, terakhir kali tersangka dan korban bertemu untuk makan malam di kawasan BINTARO, pada 15 Maret 2019,” kata sang pembunuh.

Dalam pertemuan terakhir, kata korban, tersangka berjanji akan membelikan korban ponsel baru pada Maret 2019.

Serba Serbi Kencan Online

“Dengan janji itu, tersangka menyetor uang ke rekening korban untuk mentransfer sejumlah uang dengan dalih membeli ponsel baru,” kata korban.

“Kemudian korban memberikannya. Tersangka pergi dan korban menunggu. Tapi mereka menunggu, ternyata tersangka tidak datang. Tersangka kabur meninggalkan dia meninggal sendirian,” kata korban.

Polisi menangkap HT alias Priyana (29) dan TP (43) yang terlibat perampokan brutal yang menggunakan istri mereka sebagai umpan dengan meminta Tantan untuk mengelabui korbannya. (Stevan Firman)

Polisi menangkap HT alias Priyana (29) dan TP (43) yang terlibat perampokan brutal yang menggunakan istri mereka sebagai umpan dengan meminta Tantan untuk mengelabui korbannya.

Lewat Aplikasi Tinder Dan Tantan, Dokter Gadungan Berhasil Lecehkan Dan Tipu Wanita Rp 169 Juta

Modus yang dilakukan Priyana, warga Dusun Sukamulya, RT 003 RW 009, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, menyasar korban yang bisa menggunakan aplikasi Tantan dengan mengirimkan foto istrinya tersebut.

“Saya memposting foto istri saya. Tapi istri saya tidak tahu apa-apa. Ini saya, bukan istri saya,” kata Priyana saat melaporkan kasus tersebut di Polres Karawang.

“Namun saat bertemu, bukan perempuan yang mendekati korban, melainkan pelakunya. Pelaku meminta barang milik korban termasuk uang dengan dalih berselingkuh dengan wanita yang sudah beristri,” kata Kapolsek Karawang AKBP Slamet Waloya.

Barang curian tersebut dijual kepada AR (32), pengusaha asal Dusun Jatiindah, RT 003 RW 010, Desa Cikampek, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

See also  Aplikasi Dana Cepat Berubah Jadi Apa

Melalui Aplikasi Kencan Tantan, Pria Ini Tipu Korbannya Dengan Modus Janji Akan Di Belikan Handphone Baru

“Dari tangan para pelaku, kami menemukan barang bukti berupa sepeda motor, empat handphone, kartu ATM dan buku tabungan,” ujarnya.

Saat ini, untuk memberikan keterangan atas perbuatannya, terdakwa akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP ayat (2) KUHP dan ancaman pidana penjara selama 12 tahun.

Beberapa bulan lalu, Priyana mengaku kesal istrinya menggunakan Tantan karena banyak suami mengirimkan pesan tidak senonoh kepada istrinya.

“Banyak pria membenci istri saya. Ada yang minta ketemu dan minta foto bugil istri saya,” kata Priyana.Ad

Suara Merdeka 2 Desember 2022

Kepala Satuan Jatanras Satreskrim Polres Karawang Ipda Christopher Togatorop mengungkapkan, baru-baru ini, rombongan akan bekerja pada 17 Oktober 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, korban mengenal pelaku Tantan. Alih-alih bertemu dengan perempuan, korban malah bertemu dengan dua laki-laki.

Korban, menurut Christopher, dibawa ke toilet salah satu SPBU di kawasan Indoteisei, Karawang. Di sana, lukanya dicukur.

“Pelaku mengambil dua HP korban. Karena terlalu kecil, penulis kemudian mengambil uang korban Rp 10.000.000 dari ATM,” ujarnya terhenti. (stv)

Serupa Tapi Gak Sama, Ini Beda Aplikasi Tantan Dan Tinder

Ini adalah widget teks. Widget Teks memungkinkan Anda menambahkan teks atau HTML ke sidebar apa pun di tema Anda. Anda dapat menggunakan widget teks untuk menampilkan teks, tautan, gambar, HTML, atau kombinasi dari semuanya. Edit semua yang ada di bagian Widget Penyelenggara. Aplikasi kencan membuka jalan bagi kita untuk mengenal, berteman, dan menjalin hubungan romantis dengan orang lain yang tidak kita kenal. Seperti kedua sisi mata uang, aplikasi kencan berdampak negatif pada kehidupan kita. Namun, sebelum membahas efek negatif dari aplikasi kencan. Ada baiknya kita mengetahui sejarah aplikasi kencan dan bagaimana aplikasi kencan ada di Indonesia.

Semuanya dimulai dengan sebuah situs di Amerika Serikat pada tahun 1995 bernama Match.com. Situs web memungkinkan masyarakat umum untuk bekerja di internet. Situs ini mampu memukau masyarakat internasional dengan model perbandingan yang lebih besar dan lebih cepat dari media berita saat itu. Selain itu, aplikasi publik semakin populer karena diyakini bahwa aplikasi ini adalah cara terbaik dan paling efektif untuk menemukan calon pasangan untuk menjadi pacar atau kehidupan.

Berawal dari kesuksesan situs ini, lahirlah platform online lainnya, seperti OkCupid, e-Harmony, HowAboutWe, dan Xmatch.com, yang mengubah pola hubungan dan interaksi antar manusia dari dunia nyata – dunia maya. Setahun kemudian, muncul media digital berupa aplikasi online dan offline. Tinder adalah aplikasi smartphone pertama yang diperkenalkan pada tahun 2012. Munculnya Tinder memudahkan akses dan penggunaan aplikasi online.

See also  Apa Kegunaan Aplikasi Teamviewer Quicksupport

Di Indonesia, developer lokal juga ikut berpartisipasi dalam pembuatan website bernama Setipe.com pada tahun 2013. Pada tahun 2015, aplikasi tersebut dikembangkan menjadi aplikasi mobile – Tinder. Kesuksesan aplikasi online yang terus menarik minat masyarakat turut mempengaruhi munculnya aplikasi online lainnya seperti AyoPoligami (2017) dan PopFren (2018).

Dating App: Lahan Kriminal Baru Di Indonesia

Namun, penggunaan aplikasi kencan di Indonesia masih didominasi oleh Tinder. Menurut survei yang dilakukan Rakuten Insight pada September 2020, 57,6% responden di India menggunakan aplikasi Tinder. Setelah angka tersebut aplikasi Tantan berada di posisi kedua dengan persentase 33,9% dan OkCupid di posisi ketiga dengan 18,8%.

Munculnya aplikasi kencan membuka pintu baru untuk pekerjaan online. Di Indonesia, banyak jenis penyalahgunaan melalui aplikasi kencan, seperti penipuan, pelecehan, pelanggaran privasi, dan pencemaran nama baik.

Salah satu kasus penipuan yang bersumber dari aplikasi kencan melibatkan Risky Dhamayanti. Pada tahun 2020, Risky bertemu dengan Noah Fang melalui Tinder. Noa mengaku sebagai warga Hong Kong yang saat ini bekerja di Singapura. Dalam kisah aplikasi kencannya, Noah mengajak Risky untuk berinvestasi di aplikasi perdagangan mata uang digital. Aplikasi ini disebut Era Jianhong. Risky mengatakan Nuh bisa menjelaskan keuntungan berinvestasi sehingga ia mengambil investasi pertama sebesar dua juta rupiah. Akun aplikasi dimiliki oleh keduanya. Setelah itu, ia dapat dengan aman menarik uangnya hingga penarikan ketiga. Awal tahun ini, ia mulai kesulitan menarik uangnya. Saat ditanya, Nuh mengatakan bahwa dia harus mengumpulkan uang untuk mengambil uang tersebut. Saat itu, Risky tidak mengetahui bahwa Noah adalah seorang penipu. Jadi, kata Noa, Risky juga harus membiarkannya mendapat penghasilan dua ratus juta rupiah. Sejak saat itu, Risky mulai mencurigai permintaan tumpangan dari Noah. Terakhir, Risky menyuruh Nuh ke Polda Metro Jaya. Sepertinya ada keluhan lain tentang Nuh. Setelah itu, Risky mencari akun Noah di aplikasi Tinder menggunakan akun palsu dan ternyata akun tersebut masih ada. Saat dihubungi, akun tersebut masih menggunakan mode cheat yang sama.

Kasus penipuan melalui aplikasi jodoh lainnya terjadi di Kabupaten Garut. Seorang pemuda menipu sepuluh janda di Semarang. Permintaan Tantan mengarah pada identitas si pembunuh. Korban adalah sasaran khusus korban, yaitu janda mapan dengan penghasilan tetap. Dalam melakukan aksinya, sang predator menggunakan kata-kata manis untuk membuat korbannya ingin bertemu dan menjalin hubungan. Selain itu, pelaku meminjam uang kepada korban dengan berkedok modal usaha. Jika orang jahat itu bisa meminjam uang, dia akan kalah. Total kerugian yang dialami para korban berkisar antara Rp 4 juta hingga lebih dari Rp 179 juta. Menanggapi kasus ini, pelaku diancam dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

See also  Aplikasi Apa Yang Bisa Bobol Wifi

Bahaya Apa Saja Yang Bisa Didapatkan Dari Penggunaan Dating Apps Atau Aplikasi Kencan Online?

Penipu juga dapat menggunakan lebih dari satu aplikasi kencan untuk melakukan penipuan, seperti yang dilakukan Oliver. Dia adalah karakter dokter di dua aplikasi, Tinder dan Tantan. Dia menggunakan atribut dokter pada potretnya untuk menilai, sehingga korban mengira dia adalah dokter sungguhan. Dia telah menjalankan penipuan ini sejak 2019. Dia menggunakan metode epidemi untuk memeras uang dari korbannya. Ia mengaku ingin meminta uang untuk membeli pakaian alat pelindung diri (APD). Para korban mencintainya dan mempercayai kata-katanya. Bahkan, salah satu korban menyebut kerugian mencapai 169 juta rupiah. Pada akhirnya, Oliver dijerat pasal 372 dan 378 KUHP dan divonis 5 tahun penjara.

Selain penipuan, ada banyak kasus penipuan di aplikasi kencan. Dunia maya dihebohkan dengan kasus pelaku kejahatan seksual yang korbannya mencapai lebih dari 150 orang. Menurut cerita, karya penulis berasal dari tahun 2013. Dia menggunakan berbagai aplikasi gender dan nama panggilan seperti Leo, Po, Hesa, Esa, Popo, Dewala, dan Ungke. Kasus ini disebarkan oleh seorang netizen Twitter dengan akun @GRESAIDS. Ia mengingatkan para perempuan di Semarang, Magelang, Solo, DIY dan sekitarnya untuk waspada terhadap pelaku kriminalitas. Selain di akun Twitter, kasus ini juga ramai diperbincangkan di akun Instagram @aliskamugemash. Akun tersebut dinamai menurut kepribadian penulis yang mencela diri sendiri. Pelaku selalu memuji alis korban, misalnya “Alismu cantik”. Melalui akun Instagram tersebut, banyak korban yang mulai berbagi cerita tentang pengalamannya bersama para pembunuh.

Para korban mengatakan bahwa orang yang melakukannya memiliki wajah yang cantik dan itulah sebabnya mereka tertarik padanya. Penulis juga mengaku merupakan lulusan Magister dan Doktor UGM di Swiss. Dengan pistol di wajah dan pengetahuannya, dia akan menipu

Apakah penyakit ambeien berbahaya, apakah bronkitis berbahaya, apakah bedak johnson berbahaya, apakah kutil kelamin berbahaya, mioma uteri apakah berbahaya, apakah operasi ambeien berbahaya, apakah keputihan berlebihan berbahaya, apakah keputihan berbahaya, apakah wasir berbahaya, keputihan gatal apakah berbahaya, apakah ambeien berbahaya, apakah kista berbahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *